Blogger Indonesia

Rabu, 16 Oktober 2019

Pergerakan East Ventures di Indonesia


Pergerakan East Ventures di Indonesia

East Ventures di Indonesia sudah dikenal luas sebagai investor startup terkenal. Berdiri pada tahun 2009 dan sudah mendanai lebih dari 160 perusahaan di Indonesia. Perusahaan pemodal ventura asal Indonesia ini didirikan oleh tiga orang, yaitu Willson Cuaca, Batara Eto, dan Taiga Matsuyama. Mereka memiliki kantor di Indoneisa, Singapura, dan Jepang. Sepak terjang mereka di Indonesia sudah sangat terkenal hingga melahirkan startup-startup bergelar unicorn yang sudah meraup keuntungan sebesar $1 Miliar. Di balik kesuksesannya, ada beberapa hal yang dilakukan oleh mereka dalam membantu memajukan perusahaan startup karya anak bangsa.

1. Portofolio

Dengan mendanai ratusan perusahaan, East Ventures tentu memiliki portofolio dan studi kasus yang banyak. Dari portofolio tersebut, dapat dikumpulkan kesuksesan dan kegagalan dalam mendirikan startup di Indonesia. Dengan adanya data-data tersebut terkumpullah kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dan harus dihindari oleh para pendiri startup atau yang lebih dikenal sebagai founder. Para investor menekankan untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut demi meminimalisir kegagalan pada startup di kemudian hari.

2. Mentorship

Di dalam mentorship yang diadakan dua pekan sekali dan dihadiri oleh para founder, terdapat ilmu-ilmu teknologi mutakhir yang wajib diketahui bagi para founder sehingga mereka tidak ketinggalan zaman. Di era digital ini, founder harus selalu up to date dengan keadaan sekitar dan harus selalu bergerak dengan ide-ide yang baru setiap harinya. Mentorship ini mendorong para founder untuk berpikir cerdas dan dinamis agar perusahaannya berkembang dengan baik.

3. Startup Unicorn

Hasil dari gaya mentorship yang dimiliki oleh East Ventures adalah lahirnya beberapa perusahaan startup unicorn di Indonesia. Dari sekian banyak perusahaan startup yang dibiayai oleh investor ini, baru tiga saja yang berhasil menjadi startup unicorn. Sisanya masih daam proses menyusul meski diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama mengingat ada gap di antara startup unicorn dengan startup-startup yang baru tumbuh belakangan ini.

4. Success Ratio

Kesuksesan yang diraih oleh East Ventures cukup menjanjikan, dari lima perusahaan yang dibiayai, hanya satu yang mati. Ini artinya failure ratio yang dimiliki sebanyak 20%. Semakin tinggi failure ratio, maka semakin baik. Sebab, berarti investor tersebut berinvestasi high risk yang biasanya mendatangkan keuntungan yang besar pula.

Hingga saat ini banyak perusahaan yang dibiayai oleh investor besutan Indonesia yang juga terkenal di Singapura dan Jepang ini. Meskipun di Indonesia termasuk rumit, namun banyak peluang yang dapat dijadikan sumber keuntungan. Singapura dan Jepang juga memiliki potensi yang kurang lebih sama, namun lebih tertata sehingga lebih mudah diperkirakan bila dibandingkan dengan Indonesia yang masih serba kurang efisien dalam mengatasi permasalahan sehari-harinya. Untuk itulah investor datang ke Indonesia dan membantu dalam pengembangan dari sektor ekonomi untuk menaikkan taraf hidup rakyatnya.



Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML