Blogger Indonesia

Sabtu, 06 Juli 2019

Menjadi Kuat Dan Sederhana Meski Di Tengah Era Yang Menggila

Menjadi Kuat Dan Sederhana Meski Di Tengah Era Yang Menggila

Begitu salut, saya kepada salah satu lelaki yang berumur 34 (tiga puluh empat) tahun ini. Sosok yang pendiam, pekerja keras, juga kuat. Ia adalah Eko Prasetyo. Lelaki kelahiran Kota susu ini mengabdikan dirinya pada rumah sakit Negeri di daerahnya tinggal. Meski hanya seorang Cleaning Service, semangat membaranya berbuat kebaikan tak pernah luntur.

Sesuai dengan nama yang berarti kuat, asuransi wakaf Allianz membantu Anda mendapatkan keberkahan pahala yang tidak terputus hingga akhirat kelak. Produk asuransi terbaru yang memiliki fitur protection plus. Yakni: Amanah, berkah, sukarela serta sumbangsih. Dengan berbagai fitur menarik, Allianz menghadirkan inovasi guna membantu Anda dalam urusan wakaf ini. Khususnya wakaf asuransi
.
Pak Eko adalah seorang yang mandiri dan sederhana. Menilik dari pengalaman bekerja sebagai pelayan publik yang memungkinkannya berinteraksi dengan orang banyak. Sikapnya yang ramah juga murah senyum membuatnya begitu disukai dilingkungan kerja juga tempat tinggalnya. Bapak dengan satu orang anak inipun tak segan membantu teman-teman. Baik dalam pekerjaan, hingga kerepotan lainnya.

Sebelumnya, ia bekerja sebagai Operator di perusahan ekspor meubel di daerah Boyolali. Selama kurang lebih lima tahun ia menjadi tulang punggung keluarganya. Ikut membiayai sekolah adik-adiknya. Juga membantu segala masalah perekonomian keluarga. Kata salah satu anggota keluarga, ia juga jarang marah bahkan hampir tidak pernah. Senyumnya selalu mengembang diwajahnya yang bersih dan kalem.

Sisi sederhana terlihat kuat saat melihat penampilannya yang tak neko-neko. Tampil apa adanya, yang penting bersih dan rapi. Ia dikenal jujur dan amanah. Ringan tangan dalam bekerja, juga sayang keluarga. Tak hanya kepada anak istrinya, kepada adik-adik juga keluarga kandungnya ia begitu dekat. Sosok anak pertama yang pengayom, bijaksana serta pelopor kebaikan.

Meski bekerja di perusahaan negeri selama enam tahun lebih, ia belum juga diangkat menjadi pegawai tetap. Tapi, beliau ini berprinsip untuk selalu tetap semangat. Aktifitasnya setelah bekerja juga padat. Ia  merangkap sebagai tenaga yang dipercaya untuk membersihkan hunian para beberapa dokter dan perawat di tempat ia mencari nafkah.

Ia juga menceritakan, memelihara dua ekor kambing yang katanya bisa buat celengan. Ia juga mengutarakan keinginannya untuk dapat mengunjungi rumah Allah, yakni Ka'bah. Matanya terlihat berkaca-kaca saat bibirnya menyebut tanah Haram tersebut. Dalam urusan sosial ia juga sangat ringan tangan. Tak peduli lelah bekerja seharian, kegiatan apapun di lingkungan tempat tinggalnya ia pasti akan turut serta. 

Saya kagum, di era millenial yang banyak anak mudanya hanya bermain sosial media, menggunakan aneka ponsel canggih, ia tak terbawa arus. Ia hanya menggunakan handphone sederhana yang sudah retak bekas terjatuh, yang kini masih ada di genggamannya. Katanya, ponsel itu yg terpenting adalah fungsi awalnya sebagai media komunikasi. Ia juga menambahkan, meski mengikuti kehidupan sosial media, ia tak terlalu aktif untuk berkontribusi di dalamnya.

Saya kembali melongok benda berpendar di genggaman saya. Wah, bagaimana bisa bertahan satu menit saja tidak masuk ke dunia virtual yang memang terkadang melenakan. Ternyata masih ada orang-orang sederhana semacam ini. Yang menjalani hidupnya dengan penuh rasa syukur. Tak terpengaruh dunia luar meski kecanggihannya melesat bagai kilatan petir yang siap menyambar. Sikap Pak Eko ini patut dijadikan contoh bagi kita semua.

Saya teringat akan pesan yang beliau ucapkan pada akhir ceritanya, "Manusia itu hanya sekedar menjalani, daripada mengeluh tanpa arti lebih baik mensyukuri apapun yang kita miliki". Hal ini semakin menyempurnakan sosok sederhana Pak Eko yang ikhlas menjalani kehidupan. Semoga ia juga bisa segera menjadi tamu Allah dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. Aamiin.



Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML